Majlis Sekam dan Jamaah Rasan-rasan

Bismillah, nawaitu kembali ngeblog lillahi ta’ala..Amiiiin

Dengan di awali niat tersebut, semoga ini adalah langkah awal untuk ku kembali aktiv menulis dan nge-blog lagi. Di tengah kesibukan hari menjalani puasa, akhirnya kesampean juga daftar blog di malhikdua.com dan bisa nge-post tulisan untuk ikut meramaikan gerakan 1 hari 1 postingan, kalo boleh menyingkat ODOP (One Day One Posting)..hehehe

Kembali ngeblog bagaikan bernostalgia 4 tahun yang lalu ketika aku masih menjadi anggota M2net. Dari situlah awal ku mengenal menulis dan ngeblog, dan manfaatnya begitu terasa sekarang. So, terima kasih untuk mas novi yang sudah menyadarkan ku untuk terlepas dari kedunguan lewat menulis dan terjun dalam dunia literasi.

Well, sekarang aku mau nyitain sedikit nih kegiatanku di tanah rantau tepatnya Sukoharjo (Solo Raya). Selasa lalu (29/05) aku berkesempatan buat gabung dalam Majlis Sekam (Sebuah kegiatan rutin yaitu diskusi yang di laksanakan tiap hari senin-kamis yang di ikuti oleh para sahabat pergerakan) sore itu para jamaah membahasa dan rasan-rasan tentang kajian Gender. Dan berikut rasan-rasan diskusi para sahabat.

Kajian Gender bersama para sahabat majlis Sekam

Pengertian Gender

Sebelum menelisik lebih jauh untuk mengerti apa itu gender maka terlebih dahulu perlu mengetahui perbedaan mendasar antara Gender, Seks dan Seksualitas

SEKS

Seks (Jenis Kelamin) merupakan pensifatan dua jenis kelamin manusia yang di berikan oleh tuhan dan hal tersebut tidak bisa untuk saling di pertukarkan. Jadi bisa di nyatakan bahwa persoalan-persalan yang menyangkut perbedaan biologis dan fisiologis merupakan wilayah Seks.

Sebagai contoh, Tuhan telah menentukan atau telah mengkodratkan sebagai berikut :

laki-laki : memiliki Penis, Jakun, dan memproduksi sperma.

Perempuan : Memiliki rahim, vagina, alat untuk menyusui dan memproduksi sel telur.

Kesemuanya itu merupakan sesuatu pemberian dan tidak dapat di pertukarkan satu sama lain, oleh karena hal tersebut adalah sesuatu hal yangbersifat kodrati.

SEKSUALITAS

Seksualitas adalah sebuah bentuk perilaku yang di dasari oleh faktor fisiologis tubuh. Seksualitas di ekspresikan melaui interaksi dan hubungan dengan individu dari jenis kelamin yang berbeda dan mencakup pada pikiran, pengalaman, pelajaran, nilai, fantasi, emosi, kesenangan, intim, dan exotisme. Seksualitas berhubungan dengan bagaimanaseseorang merasa tentang diri mereka dan bagaimana mereka mengkomunikasikan perasaan tersebut kepada lawan jenis melaui tindakan yang di lakukannya. Seperti, ciuman, pelukan, bersenggama, dan melalui perilaku yang lebih halus, seperti gerakan tubuh, etiket, berpakaian, dan perkataan.

Sebagai contoh laki-laki seksualitasnya adalah bentuk kepercayaan, sedangkan perempuan seksualitasnya  di tandai dengan kehormatan dan kesetiaan dalam seksualitas.

Perempuan dalam behubungan intim merepresentasikan sebagai bentuk persembahan cinta dan kasih sayang yang suci, dan itu dimakanai sebagai bentuk penyerahan diri secara seutuhnya.

Sedangkan lelaki menganggap hubungan intim adalah sebagai bentuk kemenangan dan kekuasaan terhadap perempuan.

GENDER

Hal-hal yang menyangkut peran, fungsi, hak dan kewajiban kesemuanya itu masuk dalam wilayah gender, dimana hal-hal yang di sebutkan tadi bukanlah pembrian ataupun kodrat dari Tuhan. Jadi bisa saling di pertukarkan satu sama lain. Gender tercipta sebab adanya suatu kontruksi dari masyarakat tentang laki dan perempuan, bahwa laki-laki itu yang mencari nafkah dan perempuan itu mengurus rumah. Selain itu gender ada karena stereotype yaitu anggapan dan pandangan bahwa laki-laki itu kuat dan perempuan lemah. Dengan demikian, gender merupakan satu sifat yang melekat pada laki-laki dan perempuan yang di kontruksi secara sosio maupun cultural, dan menyangkut aspek non biologis.

Maka pandangan tersebut adalah sebuah pandangan gender sebagai sebuah sistem sosial, dimana peran dan atribut gender itu di pelihara dengan sengaja dan dilanggengkan dalam unit-unit sosial yang terangkum menjadi sistematis kemudian dijalankan secara rapi, karena praktek ini berlangsung dari masa ke masa, terekonstruksi dengan sengaja karena budaya yang membangun bahwa perempuan lebih besar karakter  feminimnya dari pada maskulinitasnya, kemudian pandangan yang sudah ada di masyarakat terkait minoritas perempuan itu terpelihara dan di benarkan serta di lestarikan hingga jadilah stereotype yang menjadikan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan yang lebih super dari pada perempuan. Gender menjadi masalah apabila terjadi perbedaan control, akses, kesempatan antara laki-laki dan perempuan.

MANFAAT BELAJAR GENDER

Study gender kajiannya sangatlah luas, maka hal mendasar dari study gender goalnya adalah untuk kesadaran bahwa laki-laki dan perempuan itu sejajar dan setara, dalam agama islam juga di sebutkan bahwa laki-laki dan perempuan adalah hamba yang membedakan hanyalah iman dan taqwanya (al-Hujarat : 13). Selain itu belajar dan memahami gender sebagai bentuk open mainded agar laki-laki maupun perempuan sendiri tidak bias gender, pasalnya karena stereotype dan kontruksi yang sudah ada di kalangan masyarakat, sering kali membuat perempuan terbatas ranah geraknya karena begitu banyak nilai adat yang membuat sekat-sekat bagi perempuan itu sendiri.

Kita warga peregerakan mempunyai wadah KOPRI (sebuah komunitas mahasiswa pergerakan Kuning Biru khusus putri ) yang didalamnya adalah sebagai usaha mewadahi para anggota dn kader perempuan untuk meningkatkan kapasitas keilmuannya, maka ketika pelatihan SKK (sekolah kader KOPRI) pemateri saat itu ketua KOPRI PB (Shabati Ai Rahmawati) mengatakan bahwasannya perempuan peregerakan harus sadar gender, akan tetapi aliran gender yang seperti apa?

Yakni Gender yang Ahlusunnah wal jamaah, kebebasan hak-hak antara laki-laki dan perempuan perlu di sadari secara bersama, akan tetapi agama mempunyai nilai syariat yang sudah ada, maka nilai syariat itulah yang menjadi rem bagi perempuan ketika dia terlalu bebas memaknai kata gender. Sebab islam sediri sejatinya sudah sangat memuliakan perempuan.

Sejatinya prinsip relasi antara manusia dalam islam sudah di atur sedemikian rupa, sehingga ajaran islam yang fundamental atau secara utuh sudah jelas bahwa islam mengjarkan Islam, Iman dan Ikhsan selain itu juga ada Akhak, Syariat dan Aqidah.

Maka implementasi prinsip relasi antar manusia yang di bangun dalam islam yakni, Al ‘adalah (Keadilan), Khuriyah (Pembebasan), Al masalahah (Kemaslahatan) dan Insaniah (Humanisme).

Sehingga tanpa memperlajari tentang genderpun seharusnya warga peregerakan tidak lagi bias gender, karena nilai-nilai yang kita miliki seperti yang telah di sebutkan maka harus kita yakini bersama nilai prinsip relasi antar manusia dalam pandangan islam, agar mempelajari gender serta feminis itu hanya sebagai sebuah alat bukan hal yang bersifat fundamental, karena kita sudah punya prinsip fundamental secara tersendiri.

Wallahua’lam Bisshoab.

Itulah hasil rasan-rasan majlis Sekam, semoga bermanfaat untuk kita semua. Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya.. bye bye

#RamadhanMalhikdua#1hari1post

   

Leave a Reply